Paranoid Karena Corona? Kenali Perbedaan Gejalanya dengan Penyakit Lain Berikut Sebelum Buru-buru ke Rumah Sakit!

  • Whatsapp
Paranoid Karena Corona

Pandemi corona membuat banyak orang khawatir berlebihan yang justru membuat tindakan yang dilakukan menjadi tidak rasional. Beberapa contoh kepanikan akibat covid19 adalah panic buying, menimbun obat dan alkes hingga paranoid terhadap gejala penyakit khususnya batuk. Batuk memang menjadi gejala khas saat virus covid19 menyerang tubuh seseorang. Akan tetapi perlu diingat bahwa batuk juga menjadi gejala umum untuk banyak penyakit lainnya yang sering terjadi di Indonesia. Jika Anda merasakan gejala batuk mulai menyerang, jangan panik dengan langsung memeriksakan diri ke rumah sakit. Jika hal tersebut terjadi maka akan banyak orang datang ke rumah sakit dengan gejala batuk yang bisa berakibat penumpukan pasien padahal belum tentu Anda terkena covid19. Kondisi ini justru akan menimbulkan terjadinya kerumunan massa yang bisa memperbesar resiko penularan covid19 jika salah satu pasien ternyata ada yang memang positif.

Lalu bagaimana agar Anda tidak panik dan paranoid? Caranya adalah dengan mengetahui gejala covid19 dan perbedaannya dengan gejala penyakit lainnya. Selain Corona, ada beberapa penyakit yang memiliki gejala batuk, antara lain selesma, influenza dan alergi. Berikut ini adalah perbedaan gejalanya sehingga Anda bisa mengetahui cara membedakan penyakit dan mengurangi kepanikan:

  • Selesma.

Merupakan jenis pilek umum yang sering terjadi. Memiliki gejala batuk kering ringan, jarang demam, sakit kepala, sakit pada badan, sakit tenggorokan, hidung sering bersin.

  • Influenza.

Influenza juga disebabkan karena virus, dan sering terjadi pada masyarakat Indonesia. Gejala yang ditimbulkan antara lain demam, batuk kering, sakit kepala, sakit pada badan, rasa lelah, hidung meler dan jarang bersin bahkan tidak ada.

  • Alergi.

Bagi yang memiliki alergi akan zat tertentu, periksa apakah gejala yang terjadi melibatkan sesak nafas tanpa demam, tanpa batuk, dan tanpa sakit tenggorokan. Alergi menyebabkan hidung meler dan bersin.

  • Covid19.

Sedangkan bagi mereka pasien dengan positif covid19, akan merasakan gejala antara lain demam tinggi khususnya setelah hari kelima, batuk kering yang semakin sering, napas pendek, sakit kepala, sakit tenggorokan, nyeri otot dan kelelahan, diare dan hidung meler.

Pastikan Anda memiliki semua gejala covid19 sebelum datang ke rumah sakit rujukan covid19. Namun jika tidak, tak perlu datang langsung ke rumah sakit, karena Anda terlebih dahulu bisa berkonsultasi dengan dokter secara online melalui aplikasi Halodoc. Anda bisa berkonsultasi mengenai gejala yang dialami sehingga dokter dapat memberikan diagnosa yang tepat. Jika Anda ingin memeriksakan penyakit tersebut, Anda bisa juga langsung membuat jadwal dengan dokter di tempat prakteknya atau di rumah sakit biasa menggunakan aplikasi Halodoc.

Melawan corona, kita semua harus berperan aktif sesuai dengan kapasitas masing-masing. Akan tetapi bukan berarti kita harus panik dan melakukan hal-hal yang tidak rasional. Dengan tetap menggunakan akal sehat, semua bisa dikendalikan dengan lebih baik sehingga tidak terjadi hal yang lebih buruk dibandingkan dengan penanganan wabah yang sudah ada. Selain menjaga kesehatan dan meningkatkan sistem imun tubuh, Anda juga harus menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan. Pemerintah kini juga sudah mewajibkan penggunaan masker saat keluar rumah karena kita tak pernah tahu siapa yang akan berpapasan dengan kita. Jangan lupa bahwa orang positif covid19 belum tentu menampakkan gejala atau carrier yang bisa saja masih beraktivitas di sekitar kita dan bisa menularkan virus dengan leluasa.

Related posts